Thursday, October 1, 2020

About Hosting a Website

Selama pakai self-host karena pekerjaan, gue belajar bahwa yang namanya jasa hosting itu fluktuatif dalam banyak hal.😊

Jadi gue pernah pakai jasa hosting X yang digadang terbaik, gue selama beberapa waktu menikmati performanya yang bagus. Namun semakin terkenal dan banyak pelanggan sebuah jasa, yang jadi drop pertama kali biasanya adalah servis-nya. 😐

Dan itu yang gue alami. Saat ada masalah teknis, biasanya gue dapat jawaban hanya 5-15 menit, makin kemari bahkan ada yang setengah hari pun belum dijawab. Dan itu adalah chat ya, karena nggak ada sistem ticketing.😫

Maka dari itu bagaimanapun murah, kalau itu terserah gue, lebih baik di awal ambil paket maksimal setahun saja.

Gue nggak pernah bisa memprediksi kedepannya jasa itu akan bagaimana. Ya, syukur kalau bagus, kalau di tengah jalan ada permasalahan, rasanya  akan capek benar, deh 😓😓

Itu sebabnya saat menggunakan hosting gratisan dari blogger seperti ini, ada sisi-sisi dimana gue bisa bersyukur banget. Kenapa? Namanya juga besutan google...nyaris tidak ada masalah berarti. Gue tinggal sambungkan domain dengan hosting, sisanya fokus di hias-hias blog dan..isi konten tentunya (ini mau ngaku dosa karena banyak bolong, ceritanya 😆)

Kelemahan gratisan tentu ada, sama seperti di WordPress. Kita pengguna terikat pada TOS dari penyelenggara hosting. Jadi bila melanggar salah satunya, siap-siap saja rumah mayanya hilang kadang tanpa pemberitahuan.

Jadi kalau mau ongkang-ongkang kaki, memang lebih baik main aman ya. 😄

Ohya, kemarin gue "main" ke WordPress, karena gue ada akun disana yang rencananya akan jadi blog kedua. Ternyata sekelas WordPress sedang ada masalah, yaitu dengan subdomain-subdomain baru mereka. 

Ketika gue mencoba mengakses .home, halaman yang keluar error. Dan ini sudah terjadi berhari-hari. Gue nggak ngerti kenapa karena diakses di browser manapun sama saja. 😕

Satu-satunya domain yang tidak bermasalah adalah yang utama, alias yang berakhiran .wordpress.com. Ini sama saja balik ke nama lama, dong 😬

Ya, begitulah lika-liku blogging. Kita jadi banyak belajar tentang domain, hosting, dan printilan yang mengikutinya. Harusnya, sich, kita tambah pintar, karena jadi tahu tentang ini dan itu (sayangnya gue nggak merasa pintar-pintar gimana, dong 😆).

Bila kamu niatnya cuma mau menulis saja dan sedang galau antara memilih di Blogspot atau di WordPress, gue menyarankan pakai Blogspot saja

Kenapa? Karena WordPress bisa menerima import hampir dari semua platform blog, tapi Blogspot enggak. Dengan kata lain bila suatu waktu kepingin pindah dari Blogspot , WordPress siap menampung kapan saja suka. 

Tapi kalau sudah ngeblog banyak di WordPress kepingin transfer postingan ke Blogspot, setahu gue harus manual. Kebayang nggak kalau isinya sudah berjibun? 😖😖

Itu semua pelajaran yang gue dapat berdasarkan pengalaman.

Kamu punya pengalaman seperti diatas?

Gambar diambil dari Pixabay.com


Share:

0 comments:

Post a Comment