Your Own Story


Siang ini gue habis makan siang salad yang enak.. sambil mikir sesuatu hal. Bahwa temen gue itu di luar macam-macam jenisnya.😲

Gue sendiri memang doyan beredar orangnya, nggak terbatas di satu kalangan. Kadang gue amazed pada kehidupan seseorang. Tidak sedikit dari mereka yang punya hidup yang luar biasa. Gue senang berinteraksi dengan mereka tapi bukan envy. Kadang gue lebih mirip seperti orang yang sedang nonton film saja. Karena gue suka nonton juga πŸ˜„

Tahu kan kalau kita lagi nonton film? We sit back and relax..kemudian film mulai. Kita terlibat larut dalam cerita. Setelah selesai kita pulang. As if nothing happened. Tidak ada rasa negatif beredar yang ada surprise, amazed, happy. Jarang sekali..

"What if...."

Kan film.

Itulah kehidupan. Kita punya cara hidup sendiri-sendiri. Hidup orang yang kita lihat "di layar" memang seringkali mencengangkan. In reality, belum tentu kehidupan itu enak atau cocok bagi gue. 😐 Gue cuma melihat satu sisi saja dan buanyak bener sebetulnya sisi lain yang tidak terlihat. Yang kelihatan di kehidupan sosial seringkali hanya puncak gunung es-nya.

Bisa jadi hidup gue sendiri seperti film bagi beberapa orang. Kadang ada yang bilang, 

"Enak ya.."

Envy gitu. Bukan hal aneh, tapi itu artinya bukan cuma jadi penonton, sudah mau masuk ke film. 

That wouldn't be nice. Film gue dan film kalian pasti berbeda. Memang ada apa dengan film kehidupan sendiri? Nggak asyikkah? Bosankah? Tapi itu kan menurut kita. Bisa jadi buat orang lain it's like an amazing love/adventurous story 

So. Create your own story. A movie that people would like to see.  First you have to learn to love life and yourself...


12 comments:

  1. Huft aku sudah komentar tadi, terus error. Masuk gak ya komentarnya? Kalau gak masuk, aku ketik ulang deh. Hiks.

    Jadi, tadi aku bilang kalau sepertinya scene di film kehidupanku sekarang ini sedang seru, setelah scene kemarin-kemarin itu membosankan. Karena aku sekarang sedang kuliah lagi. Aku berharap semoga siapapun yang nonton filmku bisa suka dan belajar banyak dari filmku karena aku mendokumentasikannya di blog. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak masuk? Mungkin error, kak. Maaf...🀦‍♀️

      Keren kuliah lagi, pengin juga deh. Pasti menarik nanti film baru kak Kimi episode kuliah lanjutan

      Delete
  2. Kalo nonton film, aku tekadang merasa... Seolah olah Kita adalah pemeran dalam film itu. Kebawa suasananya. Ikut berperan dalam alur cerita di dalamnya. Sampe terkadang, masuk ke dalam mimpi kalo emang film nya menarik... πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahhhh bener banget. Kalau sudah suka sama filmnya bisa sampai kebawa mimpi

      Delete
  3. Kalau kata pepatah jawa urip iku sawang sinawang.

    Hanya sebatas saling melihat apa yang bisa terlihat, maka jangan hanya melihat yang terlihat saja.

    Pun pada film kehidupan, karena tiap kita punya peran masing-masing.

    Kesambet apa aku komen gini, hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering dengar pepatah Jawa yang itu.
      Kalau di film kehidupan kita sendiri bukannya kita tokoh utamanya ya kak? πŸ˜ƒ

      Delete
  4. Ibarat pepatah yang bilang rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau ya, padahal kita nggak lihat dibaliknya seberapa berat hal yang dia jalani untuk membuat rumputnya tetap hijau πŸ˜‚
    Kalau hidupku ibarat film, kayaknya bakalan jadi film yang nggak terlalu menarik wkwkwk 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Melihara rumput gampang-gampang susah supaya cantik. Masa, sih kak Lia?πŸ˜ƒ Menurut kakak film yang menarik itu harusnya yang seperti apa...

      Delete
  5. berbicara akan kehidupan lebih indah melihat rumput tetangga daripada melihat rumput sendiri, padahal rumput tetangga belum tentu juga baik di dalam kehidupannya kan kita juga gak tahu bahwa sebenarnya mereka susah dalam artian berjaung dalam mencari ekonomi entah untuk dirinya sendiri, untuk keluarga barunya disaat sudah berkeluarga, dll. dan ibarat film saya ini endingnya drama banyak meweknya sih ? tapi apapun itu saya berharap orang suka dengan film saya dan memahami setidaknya 25% tentang maksud saya . namun meski film saya kadang endingnya mewek saya tetap ada bahagianya karena alhamdullilah saya juga sudah mulai merintis bisnis marketing online.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, kak. Wah selamat atas bisnis online barunya. Semoga sukses dan lancar rejekinya.

      Delete
  6. Kalau kataku sih "gincu temen selalu kelihatan lebih cetar", kak 🀣. Tapi setelah aku beli gincu dengen merek dan varian yang sama, ternyata setelah aku pakai biasa aja. 🀭

    Mungkin hidup juga kayak gitu. Kadang kita lihat kehidupan orang kok enak banget... nampaknya. Tapi bisa jadi orang itu ngerasanya ya biasa-biasa aja. Jangan-jangan orang yang hidupnya bikin kita berdecak wow itu malah mbatin kalau hidup kita kok kelihatannya lebih enak daripada hidup dia πŸ™ˆ. Yah, begitulah. Makanya ada istilah Jawa "Urip iku sawang sinawang" yang artinya hidup itu saling memandang. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gincunya dari Korea mungkin kak ☺ cocok-cocokan kalau make up hihi..πŸ˜„

      Betulan kalau yang dilihat cuma permukaannya saja. Mungkin banyak artis juga yang kepingin punya kebiasaan orang biasa lagi seperti jalan-jalan tanpa dikenali 😍

      Delete