Baru-baru ini gue baca tulisan yang menggelitik bahwa dalam dunia showbiz, jumlah fangirls adalah yang terbanyak. Apalagi sekarang sudah bisa di lihat selama era media sosial.

Mungkin dalam diri semua orang punya kegemaran dan kesukaan. Bedanya cuma apakah kita seorang full time atau part time fans?

Kalau full time, hampir semua imej yang mewakili diri seseorang adalah tentang kegemaran. Mau itu K-Pop, sepak bola, dsb. You name it. Biasanya jadi number one kalau soal pengetahuan yang berhubingan dengan itu.  

Yang part time, biasanya punya ciri seseorang itu nggak segan mengakui kalau pengetahuannya soal hal di atas nggak banyak (apalagi di depan full time fans), tapi hidupnya enjoy aja. Ikut tepuk tangan kalau ada yang lebih tahu. 

Gue kayaknya tipe yang terakhir. ๐Ÿ˜ 

Gimana, ya? 

Habis susah banget jadi full time fans, karena mata suka jalan-jalan ke hal baru lain. Ibaratnya saat di supermarket, banyak rak lain yang menarik juga. Jadi pengetahuan gue memang nggak banyak tentang satu tema, namun setidaknya gue tahulah berbagai tema lain sebagai perbandingan. 

Bagusnya, gue jadi bisa lebih seimbang melihat berbagai fenomena yang berkaitan dengan sebuah subyek, tanpa harus terikat dengan perasaan gue tentangnya. 

Makanya lebih cocok jadi reviewer saja dari pada punya tema khusus semacam full time fans. Semua pilihan punya sisi positif dan negatifnya. Reviewer itu nggak boleh terlalu ngefans sama satu hal. Nanti nggak obyektif lagi, betul nggak? #nyari alasan dot com ๐Ÿ˜‚

Kalian sendiri bagaimana, apakah lebih condong jadi full time fans, atau part time fans?

Featured image is taken from pexel.com

0 Comments