Tokoh utama dari kisah "Belle"  (Ryū to Sobakasu no Hime) ini  adalah Suzu Saito (Kaho Nakamura), gadis SMU di sebuah kota kecil di prefektur Kochi Jepang. 

Suzu adalah seorang pemalu yang cenderung menarik diri. Di kelas, Suzu tidak terlalu menonjol. Penampilannya tidak secantik kawan sekelasnya, Ruka (Tina Tamashiro), gadis idola. Dia juga tidak sejenius sahabatnya Hiro (Lilas Ikuta). Bukan pula tipe penyuka olah raga seperti Kamishin (Shota Sometami). Bahkan pada teman kecilnya, Shinobu (Ryo Narita), yang diam-diam dia suka, Suzu sangat malu-malu. Bakat Suzu yang terpendam adalah bernyanyi dan menciptakan lagu. Namun itu saja sudah tidak disentuhnya lagi.

Ternyata itu akibat masa lalu Suzu yang cukup tragis. Suzu kecil menunjukkan bakatnya dalam menyanyi dan bermain musik. Ia didukung penuh oleh ibunya yang sering menemaninya bermain musik. Namun suatu hari sang ibu nekad menolong anak kecil yang terancam hanyut di sungai deras, meninggalkan Suzu sendirian di darat. Suzu menyaksikan ibunya berhasil menyelamatkan anak kecil itu, namun hilang ditelan arus. Hingga besar, Suzu tidak bisa mengerti mengapa ia sampai harus dikorbankan demi keselamatan anak orang lain. Sehingga membuatnya merasa ditinggalkan sendirian, tidak berharga, kehilangan minat, dan kemampuan untuk menyanyi lagi. Suzu menutup diri kepada ayahnya dan banyak orang, bahkan kepada Shinobu, yang sedari kecil berjanji untuk selalu melindungi dirinya.

Di masa sekarang, "U", sebuah dunia virtual, sedang populer.  Dengan menggunakan apikasi "U" ini, Suzu menciptakan avatar seorang gadis cantik berambut merah muda panjang dengan bintik-bintik khas di wajah. Nama avatarnya di U adalah Bell (bahasa Inggris dari Suzu). Yang menggembirakan, di dunia virtual itu ternyata Suzu bisa bernyanyi lagi dengan suara baru. Dia pun rajin bernyanyi di "U", meraih banyak follower, dan menjadi luar biasa populer. Hiro kemudian menjadi produser Suzu dalam puncak debutnya sebagai "Belle".

Saat hendak melakukan konser Belle terbesar, tiba-tiba mereka terganggu oleh sebuah avatar yang dikenal sebagai "Ryu" atau dragon atau "The Beast" (Takeru Satoh). Selain mengacaukan konser, mulailah terjadi kejar-kejaran dan pertempuran sengit antara Beast dan penegak ketertiban yang dipimpin oleh Justin.

Belle, yang penasaran dengan sosok Beast, mencari tahu lebih lanjut di bantu oleh 5 AI misterius. Hingga akhirnya gadis itu sampai ke kastil tempat tinggal Beast yang terpencil. Melalui proses berliku, Belle dan Beast akhirnya saling percaya, mengenal, dan menolong satu sama lain. 

Justin yang mencurigai kedekatan Belle dengan Beast tidak tinggal diam dan mulai mengancam Belle dengan cara membuka identitasnya.

Siapa Beast sebetulnya?

=====

Sebagai fans karya sutradara Mamoru Hosoda (Wolf's Children, Mirai, dsb), gue sumringah banget saat Netflix menayangkan "Belle". 

Pencinta buku dan kisah dongeng akan familiar dengan nama "Belle" dan "Beast". "Beauty and The Beast" atau dalam bahasa Prancisnya "La Belle et la Bete". Anime ini memang terinspirasi dari dongeng karya novelis Prancis Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve tersebut. Beauty and The Beast sendiri imejnya sudah tertancap kuat oleh Disney yang telah sukses membuat animasi dan filmnya.

Namun Mamoru Hosoda tidak menyamakan plot dengan kisah klasik itu. Beauty and The Beast disini seperti perlambang saja. Dan di balik simbol yang diberikan itu ada plot twist yang jauh lebih kompleks dan tidak terduga. Bila kalian digiring dengan bayangan klise ini pasti bakal ada romans ala-ala Disney.....siap-siap saja bingung. Karena dari awal sudah di beri gambaran bahwa cerita akan berputar seputar masa lalu, bagaimana melepaskan diri dari trauma serta keberanian menghadapi kenyataan. 

Tapi walaupun ternyata temanya di luar dugaan pemirsa, semua benang merah menyambung jadi satu dan menjadikan semua kisah menjadi masuk akal. Bagi Suzu dan bagi si Beast yang misterius. 

Penggemar berat cerita romans, mungkin bisa jatuh menjadi dua, suka banget atau malah merasa agak kecewa karena jalan cerita yang tidak terduga. Itu kembali ke selera masing-masing.

Cerita ini sebetulnya sangat relevan di masa sekarang, dimana banyak sekali orang yang seolah menemukan "avatar" baru dalam dunia maya, tempat melarikan diri dari kenyataan kehidupan di keseharian. Namun yang dibahas bukan hanya sisi gelap dari dunia maya yang sering digambarkan penuh pulasan,  melainkan juga bagaimana ia bisa menjadi penyelamat bagi yang membutuhkan. Tergantung siapa yang memegang dan akan digunakan sebagai apa, seperti halnya semua pedang bermata dua.

Di luar itu semua, mata kita akan di manjakan oleh animasi top notch dengan detail dan kemegahannya. Momen yang paling wow buat gue adalah saat melihat Belle menyanyi di atas ikan paus! Kepikiran banget. Bagi yang sempat menyaksikan anime ini di bioskop, sungguh anda beruntung. 

Satu lagi yang gue suka. Mamoru Hosoda kelihatan betul berusaha  menciptakan karya animasi musikal (ala-ala Disney) untuk pertama kalinya. Namun agak tidak biasa di  tengah cerita anime tokohnya tiba-tiba bernyanyi. Beda dengan seri Bollywood atau Hollywood. Akhirnya kisah Belle ini, cara tokohnya bernyanyi nggak terlihat dipaksakan seperti di cerita musikal Barat. Semua mengalir secara natural saja. Misalnya, saat masuk ke dunia "U" Suzu baru mulai bernyanyi, karena disana dia memang seorang penyanyi virtual. Di dunia nyata, nggak ada tokoh yang mendadak joget-joget. Lebih masuk akal bagi orang Jepang, yang memang pemalu, tidak serta merta bebas mengekspresikan diri. 

Di festival film Cannes tahun 2021, film animasi Belle mendapatkan standing ovation selama 14 menit dan banyak dipuji oleh para kritikus. Menerima nominasi Annie Award untuk Best Independent Animated Feature.

Lagu-lagu di film ini juga bagus-bagus. Gue sendiri suka banget lagu "U" yang di mainkan oleh Millennium Parade dan dinyanyikan oleh Kaho Nakamura. Lagu lain seperti "A Million Miles Away" juga menyentuh. Pemilihan lirik dan emosinya dapat. 

Yang menarik, versi bahasa Jepang dan Inggris sama-sama mendulang pujian karena kemiripan suara dari seiyuu-nya.

Belle termasuk anime yang worth watching di tahun 2022 itu. Sayang kalau dilewatkan.

Kalian sudah nonton Belle? 


6 Comments

  1. Halo mba Noa (?) 😇.

    Sekilas baca dari judulnya tadi, saya pikir ini akan bercerita tentang Belle-nya Disney, ternyata anime Jepang. Tbh, saya nggak nonton anime atau Jejepangan karena belum ada chemistry saat menontonnya. Namun, dari cara mba mendeskripsikan film ini, menarik lho, even menambah pengetahuan saya juga kalau Belle versi lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kak. Coba saja ditonton bagus kok beda dengan anime generik lain..

      Delete
  2. wah keren banget nih, wajib banget nonton kalo fans anime + disney :D combo happiness

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, ini di Netflix y tapinya bukan di Disney plus 😊

      Delete
  3. Aku kira ini bukan film, sejenis komik gitu. Apa ya namanya kalo jepang2an? Manga? Ternyata itu film yaa. Kasian juga Suzu yang dari kecil udah ditinggal ibunya. Tapi sebetulnya ibunya patut diacungi jempol, rela menolong orang lain sampai mengorbankan nyawanya sendiri. Meskipun pada akhirnya Suzu juga ikut menjadi korban :') ceritanya baguuuus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul ini anime movie, kak, bukan manga.

      Ceritanya memang menarik, dekat dengan keseharian. Juga berusaha menjawab pertanyaan ...apakah sepadan mengorbankan sesuatu demi yang lain? 😅

      Delete