Krisis Ukraina dan Rusia lagi trending di berita-berita dunia. Semua yang berhubungan dengan Rusia diulik-ulik.

Gue ingat, dulu itu suka banget baca buku-buku dan novel spionase. Salah satu buku spionase klasik yang menggambarkan masa perang dingin paling legend, menurut gue, adalah karya Frederick Frosyth : The Devil's Alternative atau bahasa Indonesianya "Pilihan Iblis" (gue lebih sreg terjemahan judul yang ini daripada "Jalan Setan"). 😈

Kenapa gue suka, karena selain seru model thriller (you know me laah), para tokohnya abu-abu. Alias bisa baik atau jahat tergantung sudut pandang pembaca. Beda dengan novel yang sudah saklek, pokoknya kubu sono pasti jelmaan syaiton kudu masuk neraka titik! πŸ˜†

Kebetulan banget di novel ini ada tema ancaman perang nuklir juga yang dipicu oleh pemberontak dari Ukraina. Bedanya cuma di setting novel ini Uni Sovyet belum bubar, alias dunia masih ada dalam kondisi perang dingin.

Sekarang tentang ceritanya.

Uni Sovyet diam-diam mengalami krisis pangan terburuk setelah PD II. Ketua Politbiro Maxim Rudin tengah sekarat menghadapi kanker. 

Amerika Serikat, yang mencium krisis pangan tersebut, menawarkan bantuan penukaran pangan dengan imbal balik kepentingan politik/militer. Tawaran ini ditolak fraksi garis keras yang lebih condong melakukan invasi militer ke negara sekitar. 

Maxim Rudin masih bisa meredam keinginan para pendukung garis keras tersebut. Tapi sampai kapan? Usianya tidak lama lagi.

Situasi diperburuk dengan ulah pemberontak Ukraina, Miskhin dan Lazareff. Mereka menembak mati ketua KGB dan melarikan diri ke Barat, tapi sialnya tertangkap. 

Di tempat lain sebuah kapal tanker raksasa dibajak oleh simpatisan pemberontak Ukraina dengan ancaman akan melakukan pembunuhan serta pencemaran terbesar sepanjang sejarah di laut, bila Miskhin dan Lazareff tidak dibebaskan.

Adam Munro dari MI6 (Inggris) melakukan kontak dibelakang layar dengan tokoh-tokoh besar dibantu oleh kekasih Rusianya. Sayangnya itu adalah pekerjaan yang harus dibayar sangat mahal oleh sang kekasih.

Bagaimanapun, berkat informasi darinya,  Munro akhirnya bisa menyampaikan langsung kepada Presiden AS, Matthew.  Sebuah ancaman halus dari Sovyet yang tidak bisa ditawar : bila Miskhin dan Lazareff bebas, maka rencana invasi fraksi garis keras Sovyet, bukan Rudin, yang akan dilaksanakan. Tidak ada tempat bagi imbal balik politik/militer serta kemungkinan perdamaian.  Ancaman perang nuklir semakin nyata.

Segala keputusan yang diambil, akan menjadi sebuah "pilihan Iblis" (devil's alternative). Karena apapun pilihannya, tetap ada nyawa yang hilang. Tinggal pilih, berapa banyak korban jiwa yang diinginkan? 

====


Ini adalah buku Mr. Forsyth pertama yang gue baca. Walaupun selanjutnya gue juga membaca novel karyanya yang lain yaitu, The Day of The Jackal dan The Fourth Protocol, kisah ini masih tetap jadi favorit.  Karena, ya itu tadi,  di sini tidak ada pihak negara pahlawan dan negara penjahat. Semua murni terbawa situasi. Sama seperti kasus misil Kuba jaman Kennedy. Dimana dua negara dan dua presiden sebetulnya tidak mau terjadi perang.

Mengikuti petualangan Munro, seperti mengikuti film thriller yang sangat intens, tidak sempat menarik nafas. Adam Munro sendiri juga jauuuh dari gambaran agen James Bond. Segala amarah dan dendamnya manusiawi.  Gue juga mengagumi plot twist serta ending yang diberikan pengarang. Cerdas. Sangat cerdas.πŸ‘

Ya. Mungkin karena ini novel spionase Forsyth gue yang pertama, jadi sangat berkesan. Semua jadi subyektif. Biarlah.πŸ€ͺ

Yang jelas, bila mengingat kembali isi novel ini  dan melihat situasi dunia sekarang, mau tak mau membuat gue tercenung. Bagaimana sejarah seringkali kembali berulang.😐

Mungkin benar juga kesimpulan George Bernard Shaw :

If history repeats itself, and the unexpected always happens, how incapable must Man be of learning from experience.

======

Kamu sendiri pernah baca buku spionase yang seru? Yuk, cerita..

Gambar : pixabay.com

2 Comments

  1. Ini genre favoritkuuu ❤️❤️. Thriller, misteri, spionase ... Selalu kebawa dalam cerita kalo udh baca buku ttg begini. Belum baca nih kalo buku2nya Forsyth, ntr aku cari ah ..

    Kalo buku spionase yg pernah aku baca, memang ga banyak. Rata2 pasti berbau Nazi 🀣. Ntah kenapa seru aja buku2 yg related Ama Nazi. Wktu itu pernah baca juga spionase di Indonesia . Zamannya Soekarno. The year of living dangerously , penulisnya Christopher Koch. Seru juga sih .. buku2 begini bikin ga bisa brenti baca sebelum tamat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kak The Year of Living Dangerously itu juga sudah ada filmnya πŸ˜€

      Forsyth juga sudah banyak yg dijadikan film tapi memang genrenya spionase klasik

      Delete